Mitos Dan Fakta Seputar Menyusui | Jaga Produksi ASI dengan Banyak Minum

BantulMedia.com – Menyusui merupakan salah satu anjuran bagi para ibu. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) memberikan tubuh bayi nutrisi seperti lemak, karbohidrat, mineral dan vitamin pada tahap awal, di samping ikatan yang baik antara bayi dan ibu. Selain itu, menyusui dapat merangsang olahraga sejak dini.

Mitos Dan Fakta Seputar Menyusui | Jaga Produksi ASI dengan Banyak Minum

Mitos Dan Fakta Seputar Menyusui | Jaga Produksi ASI dengan Banyak Minum

Sayangnya, ada banyak mitos bahwa banyak ibu, terutama ibu muda, tidak suka atau tidak suka menyusui anaknya. Beberapa mitos tersebut telah dipercaya secara luas dari generasi ke generasi. Mitos macam apa? Yuk, simak mitos dan fakta seputar menyusui berikut ini!

Baca juga:

Inilah Nutrisi Sehat Yang Penting Untuk Ibu Menyusui

Semakin Besar Payudara, Semakin Banyak Produksi ASI (mitos)

Ini jelas mitos karena ukuran tidak menentukan jumlah ASI yang dihasilkan. Payudara terdiri dari banyak komponen, beberapa di antaranya adalah kelenjar susu dan lemak.

Kelenjar susu menggunakan hormon untuk menghasilkan susu, dan lemak menentukan ukuran payudara. Dengan begitu, tidak peduli seberapa tinggi Anda, Anda bisa menghasilkan susu yang cukup.

Untuk Menjaga Produksi ASI, Anda perlu banyak minum (fakta)

Banyak penelitian menunjukkan bahwa hal ini terjadi. Jika tubuh Anda kekurangan minuman atau air, anak Anda dapat memproduksi ASI. Untuk itu, penting bagi ibu untuk menjaga keseimbangan cairan.

Tidak hanya kekurangan air, tetapi juga kelebihan air dapat mempengaruhi penurunan produksi ASI.

Terlalu Banyak Menyusui di dalam botol, bayi Anda akan menolak ASI secara langsung (mitos)

Ini jelas mitos. Sejak dini, mulut bayi sudah bisa membedakan tekstur puting susu ibu dan ujung botolnya. Anda dapat menggantinya dengan banyak dengan botol bayi atau segera dengan Anda susui.

Namun, untuk keuntungan terbaik, kami merekomendasikan menyusui sesedikit mungkin selama sebulan.
Menyusui bayi tidur lebih nyenyak dan lebih nyenyak. Sebenarnya ASI berperan sebagai makanan karena mengandung zat gizi yang mudah bayi cerna dan mudah terserap oleh sistem pencernaan bayi yang belum matang sehingga bayi dapat tidur dengan nyenyak.

Di sisi lain, bayi yang minum susu formula cenderung sulit tidur karena nutrisi dalam susu formula terbuat dari susu yang sulit dicerna oleh sistem pencernaan bayi.

Menyusui adalah penyakit (mitos)

Pernyataan ini hanyalah mitos yang membuat takut banyak ibu, terutama ibu muda, untuk memberi asi bayinya.

Kathy Mason, konsultan menyusui bersertifikat negara, menyatakan bahwa memberikan asi, jika Ibu lakukan dengan benar, tidak menyebabkan rasa sakit.  Mintalah informasi tentang lokasi yang baik untuk menyusui anak Anda.

ASI mengandung nutrisi yang lebih lengkap dan lebih mudah dicerna daripada Formula (fakta)

fakta! Susu formula bukanlah alternatif yang sebanding dengan ASI. ASI mengandung suplemen makanan yang lebih kompleks dan lengkap dibandingkan susu formula.

Selain itu, ASI lebih mudah bayi cerna oleh sistem pencernaan bayi prematur. Formula juga dapat memperburuk alergi susu pada bayi yang lebih muda jika daripada dengan ASI.

Kesimpulan

Karena berbagai manfaat tersebut di atas, sudah sepatutnya ibu menyusui bayinya saja. Namun, masyarakat tidak boleh memandang rendah ibu yang memilih untuk menggunakan semua atau sebagian dari susu bayinya.

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, susu formula yang beredar di pasaran saat ini telah mengalami banyak perubahan. Perkembangan ASI selalu disesuaikan agar semirip mungkin dengan ASI dalam hal komposisi nutrisi, daya cerna, keamanan dan fungsionalitas.

Hal ini menjadikan susu bayi sebagai alternatif terbaik saat menyusui bukanlah pilihan. Edukasi tentang pentingnya ASI perlu seimbang dengan regulasi yang ketat tentang distribusi dan pemasaran susu formula di daerah untuk menyukseskan program ASI 6 bulan.