News

Candi Pawon: Menelusuri Titik Tengah Tiga Candi Buddha

Candi Pawon: Menelusuri Titik Tengah Tiga Candi Buddha

Candi Pawon merupakan salah satu candi Buddha yang terletak di kompleks Candi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Candi ini berada di antara Candi Arjuna dan Candi Semar, sehingga sering disebut sebagai titik tengah tiga candi Buddha di Dieng.

Candi Pawon dibangun pada abad ke-8 Masehi oleh Wangsa Syailendra, yang merupakan penguasa Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini diperkirakan selesai dibangun pada tahun 778 Masehi, berdasarkan prasasti yang ditemukan di kompleks Candi Dieng.

Candi Pawon memiliki bentuk persegi panjang dengan ukuran 11,5 meter x 11,5 meter. Tinggi candi ini sekitar 15 meter, dengan atap berbentuk stupa. Candi ini terbuat dari batu andesit, dengan ukiran-ukiran yang indah pada dindingnya.

Ukiran-ukiran pada Candi Pawon menggambarkan berbagai macam adegan, seperti kisah Ramayana, kisah Mahabharata, dan kisah Jataka. Selain itu, terdapat juga ukiran-ukiran yang menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat pada masa itu.

Candi Pawon merupakan salah satu candi yang paling penting di kompleks Candi Dieng. Candi ini menjadi tempat pemujaan umat Buddha pada masa lalu, dan hingga saat ini masih sering dikunjungi oleh wisatawan.

Lokasi Candi Pawon

Candi Pawon terletak di kompleks Candi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Candi ini berada di antara Candi Arjuna dan Candi Semar, sehingga sering disebut sebagai titik tengah tiga candi Buddha di Dieng.

Untuk mencapai Candi Pawon, wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Jika menggunakan kendaraan pribadi, wisatawan dapat mengikuti rute berikut:

  • Dari Jakarta, ambil jalan tol Jagorawi menuju Ciawi.
  • Dari Ciawi, ambil jalan raya Puncak menuju Cianjur.
  • Dari Cianjur, ambil jalan raya Bandung menuju Garut.
  • Dari Garut, ambil jalan raya Tasikmalaya menuju Ciamis.
  • Dari Ciamis, ambil jalan raya Banjar menuju Pangandaran.
  • Dari Pangandaran, ambil jalan raya Cilacap menuju Kebumen.
  • Dari Kebumen, ambil jalan raya Purworejo menuju Wonosobo.
  • Dari Wonosobo, ambil jalan raya Dieng menuju kompleks Candi Dieng.

Jika menggunakan kendaraan umum, wisatawan dapat menggunakan kereta api atau bus. Kereta api yang menuju ke Wonosobo adalah kereta api Kutojaya Selatan, yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Bus yang menuju ke Wonosobo adalah bus jurusan Jakarta-Wonosobo, yang berangkat dari Terminal Pulogadung, Jakarta.

Harga Tiket Masuk Candi Pawon

Harga tiket masuk Candi Pawon adalah Rp 10.000 per orang. Tiket ini dapat dibeli di loket tiket yang terletak di pintu masuk kompleks Candi Dieng.

Jam Buka Candi Pawon

Candi Pawon buka setiap hari, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Fasilitas di Candi Pawon

Fasilitas yang tersedia di Candi Pawon antara lain:

  • Tempat parkir
  • Warung makan
  • Toilet
  • Mushola

Tips Berkunjung ke Candi Pawon

Berikut ini adalah beberapa tips untuk berkunjung ke Candi Pawon:

  • Gunakan pakaian yang sopan dan tertutup.
  • Jangan membawa makanan dan minuman ke dalam candi.
  • Jangan merokok di dalam candi.
  • Jangan menyentuh atau merusak ukiran-ukiran pada candi.
  • Jangan membuang sampah sembarangan.
  • Hormati adat dan budaya setempat.

Daya Tarik Candi Pawon

Candi Pawon memiliki beberapa daya tarik yang membuatnya menjadi salah satu candi yang paling populer di kompleks Candi Dieng. Daya tarik tersebut antara lain:

  • Candi Pawon merupakan salah satu candi Buddha tertua di Indonesia.
  • Candi Pawon memiliki ukiran-ukiran yang indah pada dindingnya.
  • Candi Pawon terletak di antara Candi Arjuna dan Candi Semar, sehingga sering disebut sebagai titik tengah tiga candi Buddha di Dieng.
  • Candi Pawon merupakan tempat yang tepat untuk belajar tentang sejarah dan budaya Buddha di Indonesia.

Candi Pawon sebagai Titik Tengah Tiga Candi Buddha

Candi Pawon terletak di antara Candi Arjuna dan Candi Semar, sehingga sering disebut sebagai titik tengah tiga candi Buddha di Dieng. Ketiga candi ini diperkirakan dibangun pada masa yang sama, yaitu pada abad ke-8 Masehi.

Candi Arjuna merupakan candi terbesar di kompleks Candi Dieng. Candi ini memiliki bentuk persegi panjang dengan ukuran 18 meter x 18 meter. Tinggi candi ini sekitar 20 meter, dengan atap berbentuk stupa. Candi Arjuna diperkirakan dibangun pada tahun 730 Masehi.

Candi Semar merupakan candi terkecil di kompleks Candi Dieng. Candi ini memiliki bentuk persegi panjang dengan ukuran 6 meter x 6 meter. Tinggi candi ini sekitar 10 meter, dengan atap berbentuk stupa. Candi Semar diperkirakan dibangun pada tahun 750 Masehi.

Ketiga candi ini memiliki kesamaan dalam hal bentuk dan struktur bangunan. Selain itu, ketiga candi ini juga memiliki ukiran-ukiran yang indah pada dindingnya.

Candi Pawon, Candi Arjuna, dan Candi Semar merupakan tiga candi Buddha yang paling penting di kompleks Candi Dieng. Ketiga candi ini menjadi tempat pemujaan umat Buddha pada masa lalu, dan hingga saat ini masih sering dikunjungi oleh wisatawan.