News

Daftar Pinjaman Online Ilegal terbaru dari OJK

BantulMedia.com – Daftar Pinjaman Online Ilegal terbaru dari OJK – Pada Akhir – akhir ini banyak berita tentang Pinjaman online ilegal (Pinjol) tidak pernah mati. Walau sudah tutup berkalikali, masih ada yang buka lagi.

Berikut Ini daftar pinjaman online ilegal terbaru dari OJK dan Satgas Waspada Investasi kredit jangan sampai disesatkan (SWI).  Barubaru ini, 206 fintech peer to peer (P2P) pinjaman ilegal ditutup kembali oleh Waspada Investasi.

Fintech ini tidak memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan karena tidak terdaftar (OJK). FinTech Ilegal siap di-deploy secara online atau online.

Daftar Pinjaman Online Ilegal terbaru dari OJK

Daftar Pinjaman Online Ilegal terbaru dari OJK

Sehingga Ketua Waspada Investasi L. Tobbing mengatakan Satgas telah berhasil mengidentifikasi 206 fintech ilegal melalui Toving’s Investment Alert Cyber ​​Patrol (Cyber ​​Patrol).

Jadi Tongam L Tobing mengumumkan hal tersebut dalam keterangan resminya pada Selasa (13 November 2020). “Patroli siber terus meningkat dan dapat mengidentifikasi dan mencegah pinjaman fintech ilegal yang  menawarkan investasi  ilegal.

Sehingga Sebelum mengakses dan mengorbankan masyarakat. Masalah pinjaman online dan pinjaman dari perusahaan dark financial technology (fintech) kembali terjadi. Pinjol mengirimkan data pribadi dari pelanggan dan keluarga.

Jadi Baru-baru ini, media sosial melaporkan tuduhan pinjaman online (pinjol) yang membocorkan informasi pribadi melalui jaringan kredit seseorang. Hal ini terekam dalam  video Twitter pada Jumat (9 September 2002) dan menjadi viral.

Selama beberapa tahun terakhir, pada 1 Maret 2021, para kolektor disebut-sebut mengancam debitur dan menghebohkan media sosial. Pelaku mengancam korban dengan foto curian dari profil WhatsApp.

Jadi Utang pinjaman ilegal tersebut merupakan hasil penyelidikan  Satgas Waspada Investasi (SWI) pada Februari 2021. SWI menandatangani 3.107 pinjaman fintech ilegal antara 2018 dan Februari 2021.

Sehingga Peminjam ilegal bekerja tanpa izin  OJK. Sebagai aturan umum, itu tidak sesuai dengan standar perusahaan terkait. Pinjaman ilegal biasanya bekerja dengan cepat dan mudah melalui pemberian pinjaman atau gadai. Namun, kondisi yang menguntungkan didasarkan pada biaya bunga yang signifikan.

Jadi Pinjol Haram juga bekerja untuk melecehkan orang. Peminjaman ilegal tidak segan-segan meneror nasabah dan orang-orang tersayang jika tidak mampu membayar cicilan pinjaman.

Berikut daftar pinjaman online ilegal yang diberitahukan melalui website OJK.

  • Go Money Go Money – Dana untuk keadaan darurat
  • Kebutuhan Modal – Pinjaman Cepat Pinjaman dari Dana Saku Rupiah – Kredit Dana Cepat Online
  • Go Smart Money Dana Cepat
  • KSP KSP Pinjaman Dana Online Pinjam Saja
  • Tunai Hai!
  • Pinjaman Online Cepat Cair – CashGo
  • Pinjaman Online Cepat Cair Butuh Modal
  • Toko Aplikasi Rafra Dana Cerdas
  • pinjaman saya
  • Pinjaman Saya – Pinjaman online tercepat dan teraman
  • Dana pemijahan
  • Fun Dana (Dana menyenangkan 122)
  • Dana Pemijahan
  • Pinjaman Online Aman – Dana Cepat
  • Dana Ekspres Mudah Cepat dan
  • Cash Rate Again Lite – Pinjaman Online Bunga Murah
  • Dana Kredit Tunai KSP Dompet Kelapa
  • Uang Flash (Dalam Kenangan)
  • Uang Cepat Flash Money (WA EYE) (PT Graha Tirta Cantika) (Super Keatley )
  • Durian runtuh
  • Redholo – Ini roupiesnya
  • Kredit baru
  • Pinjam Uang Tunai Mudah Butuh Uang
  • Keberuntungan besar!
  • Modal cepat cepat KSP
  • Kredit untuk pinjaman tunai online: KSP Dompet Pisang Rupiah.
  • Modal Cepat – Uang Tunai Online Cepat dan Mudah

Baca Juga :

Daftar Pinjaman Koperasi Tanpa Jaminan

Kesimpulan:

Itulah Ulasan Mengenai Daftar Pinjaman Online Ilegal terbaru dari OJK – Pinjaman online ilegal (pinjol) tidak pernah mati. Sudah ditutup berkali-kali, tetapi yang baru masih ditambahkan.

jadi Ini adalah daftar kredit terbaru yang ditinjau oleh OJK dan Satgas Waspada Investasi (SWI). Baru-baru ini, Investment Alert telah menghentikan tambahan 206 pinjaman FinTech Peer-to-Peer (P2P)  ilegal.

Sehingga Hasil pengawasan OJK pada awal tahun 2021 menunjukkan 51 perusahaan fintech melakukan perdagangan margin ilegal.

Sehingga Pinjaman ilegal biasanya bekerja dengan memberikan pinjaman dan jaminan dengan cepat dan mudah. Namun, di balik kondisi sederhana ini adalah biaya suku bunga yang tinggi.