Inilah 5 Tokoh Belanda Yang Mendirikan Politik Etis

BantulMedia.com Tokoh Belanda Yang Mendirikan Politik Etis – Politik etis yang berlaku di Hindia Belanda sejak tahun 1901 membawa dampak positif bagi kemajuan bangsa Indonesia, termasuk munculnya elit terpelajar yang digagas oleh beberapa tokoh. Lantas siapakah tokoh politik yang beretika itu? Apa fungsi dan perannya?

Inilah 4 Tokoh Belanda Yang Mendirikan Politik Etis

Tokoh Belanda Yang Mendirikan Politik Etis

Eksistensi elite terpelajar berubah menjadi gerakan untuk membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan melalui politik etika. Salah satu tugas tokoh politik etis yang memperhatikan nasib bangsa Indonesia yang dibedakan dengan posisinya dalam masyarakat kolonial adalah pendidikan.

Penerapan kebijakan etis di Hindia Belanda menghasilkan sekolah-sekolah untuk pribumi. Tidak hanya sekolah rendah tetapi juga sekolah menengah, sekolah guru dan sekolah menengah di bangun.

Namun sayangnya pendidikan di sekolah ini hanya untuk anak laki-laki, sedangkan untuk anak perempuan hanya pendidikan di rumah dan keluarga yang memungkinkan, seperti dalam buku Sejarah Pergerakan Nasional dari Budi Utomo hingga Proklamasi 1908-1945, Suhartono (2001).

Baca juga:

Tulisan Kritis Ki Hajar Dewantara Yang Sangat Tajam

Trias Van Deventer

Selain pendidikan, fungsi dan kebijakan etis berikut bernama Trias Van Deventer:

  • Irigasi atau irigasi yang bertujuan untuk membangun dan memperbaiki badan air irigasi dan bendungan untuk keperluan pertanian.
  • Imigrasi mengajak warga untuk pindah dengan tujuan pemerataan kesejahteraan
  • Pendidikan berkembang di bidang pengajaran dan pendidikan.

Tokoh Belanda di Politik Etis adalah sebagai berikut:

1. Edward Douwes Dekker (1820-1887)

Douwes Dekker adalah seorang tokoh politik etis yang juga dikenal sebagai Multatuli. Dia adalah seorang penulis Belanda yang terkenal dengan bukunya Max Havelaar, yang merupakan kritik terhadap perlakuan kolonial terhadap penduduk asli.

Baca juga:

Perjanjian Menyerah Tanpa Syarat Dari Belanda Ke Jepang

2. Pieter Brooshoot (1845 – 1921)

Tokoh politik etis berikutnya adalah Pieter Brooshoft, seorang jurnalis dan penulis. Broohooft menulis tentang pelayarannya tahun 1887 mengelilingi pulau Jawa dan menulis tentang penderitaan Hindia Belanda akibat kebijakan tanam paksa.

3. Konrad Theodor van Deventer (1857-1915)

Van Deventer adalah tokoh politik lain merupakan ahli hukum Belanda.

4. Jacques Henrij Abendanon (1852-1925)

JH Abendanon adalah seorang tokoh politik yang juga merupakan sosok Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan pemerintah Hindia Belanda dari tahun 1900 hingga 1905.

5. Dr. Douwes Dekker (1879-1950)

Lebih familiar juga sebagai Danudirja Setiabudi, Ernest Douwes Dekker adalah salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia yang tergabung dalam Tiga Serangkai yang beranggotakan Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo dan Suwardi Suryaningrat.

Kesimpulan

Itulah penjelasan tentang – Tokoh Belanda Yang Mendirikan Politik Etis – semoga bermanfaat untuk Anda.