Bentuk Perilaku Ihsan Terhadap Tetangga, Apa Saja?

BantulMedia.comBentuk Perilaku Ihsan Terhadap Tetangga – Islam memberikan status khusus kepada tetangga karena mereka hidup berdampingan dengan kita. Ketika hubungan antara seorang Muslim dan tetangganya harmonis, perdamaian dan saling menguntungkan terjalin.

Bentuk Perilaku Ihsan Terhadap Tetangga, Apa Saja?

Bentuk Perilaku Ihsan Terhadap Tetangga

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tetangga adalah orang yang tinggal bersebelahan dan bersebelahan dengan rumah kita. Sedangkan menurut Islam, seperti dikutip dari buku Suhardi Antalogi PAI, tetangga adalah empat puluh rumah dari setiap sudut (empat puluh dari barat, timur, utara dan selatan rumah kami).

Ada banyak perintah dalam Al Qur’an dan Hadits bagi kita untuk melakukan ihsan terhadap tetangga kita. Salah satunya seperti yang tertuang dalam Quran Surah An-Nisa ayat 36 yang artinya “Sembahlah Allah dan jangan mempersekutukan-Nya. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat dekat, anak yatim, orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh dan rekan, ibn sabil dan hamba-hambamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. An-Nisa: 36).

Baca juga:

Cara Menghargai Keragaman Agama Yang Ada

Lalu bagaimanakah perilaku Ihsan terhadap tetangga menurut ajaran Islam? Simak jawabannya di bawah ini.

Contoh perilaku Ihsan terhadap tetangga

Berikut ini adalah contoh perilaku Ihsan terhadap tetangga, dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam: Akidah Akhlak untuk Madrasah Tsanawiyah Kelas IX karya Dr. H. Masan AF, yaitu:

  • Jika bertemu tetangga ucapkan salam Assalamu ‘alaikum. Balas salam dari tetangga, Wa ‘alaikumus-salam wa rahmatullahi wa barakatuh.
  • Jaga nama baik tetangga. Jika Anda memberi tahu tetangga, Anda menceritakan kisah yang bagus.
  • Bersikap sopan kepada tetangga dalam perkataan dan perbuatan.
  • Jika tetangga senang, kami mengucapkan selamat kepadanya sebagai tanda kegembiraan. Sebaliknya, ketika tetangga kita dalam kesulitan atau kesusahan, kita khawatir dan menghiburnya untuk bersabar.
  • Kunjungi dia ketika tetangga kita sakit dan doakan dia cepat sembuh.
  • Keberkahan ketika bencana menimpa tetangga untuk menghibur dan bersabar.
  • Maafkan kesalahan atau kesalahan.
  • Hormati keluarga atau teman tetangga kita, meskipun rumah mereka jauh dari rumah kita.
  • Jika kita mempunyai makanan yang dilihat atau dicium oleh anak tetangga sampai tetangga menciumnya, kita berikan makanan itu kepada tetangga kita, walaupun hanya sedikit.
  • Ketika seorang tetangga bepergian, lindungi rumahnya dari gangguan orang jahat.

Jangan melakukan hal-hal yang mengganggu atau menyakiti tetangga, seperti:

  • Dering keras radio atau televisi meskipun tetangga kita sedang tidur atau ada yang sakit.
  • Menjengkelkan atau menyakiti anak tetangga atau saudara.
  • merusak tanaman tetangga.
  • Hewan peliharaan tetangga yang mengganggu.
  • Memberitahu orang lain keburukan atau rasa malu tetangga.
  • Saat kita membangun rumah, jangan menutup ventilasi rumah tetangga, agar udara atau angin tidak bisa masuk ke rumah tetangga.

Hak dan kewajiban tetangga

Dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk bertetangga, setiap orang pasti mengetahui hak dan kewajibannya masing-masing. Sebuah hadits menjelaskan bahwa Nabi SAW bersabda yang artinya sebagai berikut: “Kedudukan tetangga terbagi menjadi tiga golongan: (1) Tetangga yang haknya hanya satu, yaitu tetangga yang paling sedikit haknya. (2) Tetangga yang memiliki dua macam hak; (3) Tetangga yang memiliki tiga macam hak.

Baca juga:

Peran Penting Wirausaha dalam Pertumbuhan Ekonomi Negara

Adapun tetangga yang hanya memiliki satu hak, dia adalah tetangga musyrik yang tidak memiliki hubungan keluarga dan hanya memiliki satu hak tetangga untuknya. Tetangga yang memiliki dua jenis hak yaitu tetangga muslim yang berhak berhubungan dengan kita karena Islam dan hak karena tetangga.

Sedangkan tetangga yang memiliki tiga macam hak yaitu tetangga muslim memiliki hubungan kekeluargaan. Baginya, mereka memiliki hak Islam (hak karena hubungannya dengan kita, karena Islam), hak bertetangga, hak kekerabatan.”

Kesimpulan

Demikian pembahasan tentang – Bentuk Perilaku Ihsan Terhadap Tetangga – dengan adanya sikap ihsan kepada tetangga, maka akan tercipta hubungan bermasyarakat yang baik dan harmonis.