Ingin Kuliah di Luar Negeri? Inilah Tips Yang Bisa Anda Lakukan

BantulMedia.com – Kuliah di luar negeri adalah impian banyak orang. Belajar di luar negeri dapat memberi Anda banyak hal yang tidak bisa Anda dapatkan hanya dengan belajar di dalam negeri.

Belajar di luar negeri bahkan menjadi tantangan bagi sebagian orang. Tentunya hal ini tidak lepas dari tingkat pembelajaran di atas tingkat pembelajaran bahasa Indonesia. Selain itu, ini berarti dengan pelatihan di luar negeri, Anda akan siap untuk meninggalkan zona nyaman Anda.

Selain menjadi tantangan, tidak sedikit orang yang menjadikan kuliah di luar negeri sebagai salah satu tujuan hidupnya. Menariknya, tidak hanya orang biasa yang memiliki tujuan seperti itu, tetapi beberapa artis terkenal juga. Misalnya Maudy Ayunda, Gita Gutawa atau Jerome Polin.

Menurut survei terbaru oleh OECD (Organization for Economic Co-operation and Development), setidaknya ada 5,6 juta siswa yang tidak belajar di negara asalnya, yaitu belajar di luar negeri. Lebih dari setengahnya adalah mahasiswa dari Asia.

Nah, jika kamu tertarik untuk mengikuti jejak mahasiswa internasional ini, kamu perlu membuat rencana untuk kuliah di luar negeri.

Kuliah Luar Negeri

Keuntungan kuliah di Luar Negeri

Kita berada di tengah-tengah dunia yang mengglobal. Belajar di luar negeri menawarkan banyak keuntungan untuk karir Anda, masa depan Anda dan pengembangan pribadi Anda.

Berikut adalah beberapa dari banyak manfaat belajar di luar negeri.

  1. Mulailah karir dengan keterampilan yang lebih baik

Lulusan yang pernah belajar di luar negeri memiliki nilai tambah bagi perusahaan. Dengan memilih untuk belajar di luar negeri, Anda menunjukkan kepada pemberi kerja bahwa Anda memiliki keberanian, fleksibilitas, kesadaran budaya, dan pemahaman tentang cara orang lain bekerja dan berpikir.

  1. Menguasai bahasa asing

Penelitian telah menunjukkan bahwa salah satu cara terbaik untuk berbicara bahasa dengan lancar adalah dengan menggunakannya setiap hari untuk memahami budaya lokal.

Sepintas, mungkin tampak sulit untuk hidup, belajar, dan bekerja dalam bahasa lain. Namun, lama kelamaan Anda terbiasa berkomunikasi dalam bahasa asing.

Apa yang harus diperhatikan sebelum kuliah di luar negeri

Sebelum memutuskan untuk kuliah di luar negeri, ada beberapa hal yang harus Anda persiapkan dan pertimbangkan, seperti:

Biaya hidup mahal

Sementara biaya hidup tergantung pada gaya hidup individu, biaya hidup di luar negeri tetap membutuhkan dana tambahan. Hal ini tidak lepas dari pengaruh nilai tukar dan juga pendapatan per kapita di negara tempat Anda melanjutkan studi.

Mengenai biaya studi, Anda dapat membebaskan diri dengan beasiswa untuk belajar di luar negeri. Informasi tentang beasiswa belajar di luar negeri sekarang mudah ditemukan di internet karena ada banyak situs web yang menawarkan program ini. Salah satunya adalah Kampus Yuk.

Perlu waktu ekstra untuk penyesuaian budaya

Jika Anda memutuskan untuk melanjutkan studi Anda di negara lain, kemungkinan besar Anda tidak sepenuhnya menyadari adat dan budaya setempat. Bisa jadi hal-hal yang kamu anggap biasa saja sebenarnya tabu bagi warga negara ini. Anda harus beradaptasi dengan budaya negara tempat Anda belajar dan itu membutuhkan waktu.

Tips persiapan kuliah di luar negeri

Bagi Anda yang bermimpi melanjutkan studi ke luar negeri, berikut beberapa cara untuk kuliah di luar negeri.

1. Mengumpulkan informasi

Anda dapat mencari tahu tentang beasiswa untuk belajar di luar negeri atau berpartisipasi dalam pertukaran pelajar. Ini memberi Anda cukup waktu untuk mempersiapkan semuanya dengan benar.

Sebaiknya Anda mulai memikirkan jurusan apa yang ingin Anda ambil sejak kelas 2 SMA/kelas XI. Jika Anda ingin mempersiapkan gelar master di luar negeri, rencanakan untuk meninggalkan negara tersebut dalam waktu 2 tahun.

Ada banyak jenis program studi di luar negeri dengan tingkat kesulitan dan durasi yang bervariasi. Selain itu, ada juga banyak variasi gelar di luar negeri. Sebagian besar program siswa internasional menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

Ada juga banyak gelar sarjana dan magister berbahasa Inggris di Jerman. Ada juga program gelar yang memungkinkan Anda memperoleh banyak gelar dari dua institusi pendidikan pada saat yang sama, seperti program Skema Perekrutan Sarjana (Ilmu Pengetahuan Alam) Universitas Cambridge dan Universitas Hong Kong.

2. Tentukan jurusan, universitas dan negara tujuan

Ini adalah hal mendasar yang harus benar-benar dipertimbangkan karena juga akan mempengaruhi peluang Anda untuk masuk nanti. Selain itu, tidak mungkin bagi Anda untuk mendaftar kursus dan universitas di negara lain yang tidak terlalu Anda kenal. Oleh karena itu, ketiga hal ini merupakan hal pertama dan utama yang perlu Anda persiapkan terlebih dahulu.

Usahakan untuk tidak hanya memiliki satu pilihan jurusan atau program di sebuah universitas. Harap perhatikan juga bahwa beberapa negara mungkin memiliki proses aplikasi khusus yang mungkin memerlukan lebih dari satu program dan pilihan universitas.

3. Perhatikan semua ketentuan pendaftaran

Syaratnya tidak kalah pentingnya dengan mendaftar kuliah di universitas asing. Informasi tentang ketentuan aplikasi ini biasanya dapat ditemukan di situs web universitas masing-masing. Perhatikan semua persyaratan, mulai dari akademik, bahasa Inggris atau mungkin kualifikasi tertentu.

Karena perbedaan kurikulum, sebagian besar universitas di luar negeri tidak menerima siswa dengan ijazah sekolah menengah atas dalam kurikulum nasional untuk mendaftar program sarjana.

Hanya siswa dengan diploma internasional seperti International Baccalaureate atau A Level yang dapat mendaftar secara langsung. Jika Anda lulus dari sekolah dengan kurikulum nasional, Anda dapat mengambil program Foundation atau Pathway terlebih dahulu.

Baca juga:

Daftar Perguruan Tinggi di Bantul – Peranan Penting Perguruan tinggi dalam pendidikan Akademis

4. Mencari beasiswa

Bagi kamu yang ingin beasiswa studi ke luar negeri, kamu bisa mencoba beasiswa yang berbeda-beda, kategorinya pun berbeda-beda. Ada beasiswa yang khusus untuk yang kurang mampu secara ekonomi, beasiswa prestasi, beasiswa untuk studi S2 dan S3.

Selain itu, terdapat pula beasiswa berdasarkan jenjang sekolahnya, seperti beasiswa kursus singkat (3 bulan) hingga program Sarjana / Magister lengkap. Kategori lainnya juga bisa berdasarkan jenis parsial (diskon parsial/subsidi), beasiswa yang hanya untuk biaya kuliah saja dan juga beasiswa dengan biaya hidup.

Tingkat kesulitan dalam memperoleh beasiswa juga bervariasi. Dari yang persyaratannya sederhana hingga yang cukup banyak dan prosesnya lama.

Persyaratan untuk beasiswa di luar negeri berbeda. Universitas di luar negeri dapat menawarkan beasiswa yang berbeda untuk setiap program gelar.

5. Mempersiapkan diri untuk tes TOEFL atau IELTS

Jika bahasa pertama Anda bukan bahasa Inggris dan Anda ingin belajar di luar negeri, Anda mungkin perlu mengikuti tes bahasa Inggris. Saat merencanakan studi Anda di luar negeri dan memesan ujian Anda, pertimbangkan waktu persiapan ujian.

Tergantung pada tingkat bahasa Inggris Anda dan kemampuan Anda untuk berbicara bahasa Inggris, serta nilai yang dibutuhkan oleh universitas Anda, Anda mungkin perlu waktu untuk belajar dan mempersiapkan diri untuk ujian.

Jangan lupa untuk memesan tes setidaknya sebulan sebelumnya, karena setiap pusat tes menawarkan tes maksimal empat kali sebulan, tergantung pada permintaan lokal. Kalau telat daftar bisa full.

6. Siapkan biaya

Anda perlu menganggarkan biaya hidup di luar negeri. Biaya hidup ini dapat diimbangi dengan pendapatan dari pekerjaan paruh waktu, asalkan tidak mempengaruhi studi Anda. Anda juga tidak perlu khawatir dengan gaji yang kecil, karena ada banyak negara yang menawarkan berbagai pekerjaan paruh waktu dengan gaji yang layak.

Contohnya adalah Australia yang menawarkan 5 jenis pekerjaan paruh waktu dengan gaji yang bagus.

7. Terjemahkan dan autentikasi dokumen Anda

Jika Anda melamar program bahasa Inggris di luar negeri, Anda perlu menerjemahkan dokumen Anda (termasuk diploma dan nilai) ke dalam bahasa Inggris. Perhatikan bahwa terjemahan harus disetujui oleh otoritas yang berwenang. Jika Anda tidak yakin otoritas mana yang diakui calon perguruan tinggi Anda, periksa situs web mereka atau tanyakan kepada petugas penerimaan.

8. Gunakan platform aplikasi online

Saat ini, semakin banyak sekolah yang cenderung menggunakan platform aplikasi online untuk memudahkan siswa mendaftar program tersebut. Sebagian besar sekolah dan siswa lebih suka mengirim dokumen secara elektronik daripada melalui pos karena lebih cepat dan biasanya lebih murah atau gratis.

9. Daftar untuk ujian masuk

Beberapa negara, seperti India, dan sekolah tertentu, seperti sekolah kedokteran, memiliki ujian masuk yang menguji pengetahuan Anda tentang sains dan keterampilan yang terkait dengan mata pelajaran seperti bahasa atau matematika.

Periksa tanggal dan lokasi ujian karena ujian biasanya berlangsung satu atau dua bulan sebelum sekolah dibuka. Untuk ujian Anda harus mendaftar terlebih dahulu dan, jika perlu, merencanakan perjalanan Anda ke luar negeri. Juga, pastikan Anda tahu apa yang diharapkan pada hari ujian.

Jika memungkinkan, persiapkan diri Anda dengan melihat tes sampel.

10. Percaya diri untuk wawancara

Tahap terakhir dari proses aplikasi dapat menjadi wawancara penerimaan. Beberapa sekolah, seperti University of Oxford dan program elit tertentu, melakukan wawancara untuk mengetahui kandidat mana yang lebih memenuhi syarat untuk diterima di sekolah tersebut.

Wawancara biasanya dimulai dengan alasan mengapa Anda ingin belajar di sekolah atau gelar tersebut, latar belakang Anda dan rencana Anda untuk masa depan.

Berlatihlah untuk wawancara, percaya diri dan jangan biarkan suasana formal membuat Anda stres. Tetap tenang dan jangan berbicara terlalu cepat atau terlalu lambat.

Nah, dengan segala persiapkan semoga Anda bisa melanjutkan kuliah di luar negeri ya.

Selamat mencoba!