Pendidikan

Simak, Tujuan Pemerintah Jepang Membentuk Gerakan 3A

BantulMedia.com –  Simak, Tujuan Pemerintah Jepang Membentuk Gerakan 3A – Apa itu gerakan 3A? Kali ini tim BantulMedia akan mengulas tentang definisi, tujuan, motto, sejarah dan isi dari gerakan 3A pada masa pemerintahan penjajahan Jepang di Indonesia. Nah untuk lebih jelasnya yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Simak, Tujuan Pemerintah Jepang Membentuk Gerakan 3A

Tujuan Pemerintah Jepang Membentuk Gerakan 3A

Sebelum masuk ke tujuan dari pembentukan gerakan 3A, tentu Anda harus mengetahui dulu tentang pengertian dari gerakan 3A tersebut.

Pengertian Gerakan 3A

Apa itu gerakan 3A? Inilah salah satu organisasi yang didirikan oleh Jepang yang sering dijadikan sebagai wadah atau wadah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Maka perlu kita pahami bahwa pergerakan nasional yang terjadi pada masa penjajahan Jepang dapat terbagi menjadi tiga bagian, antara lain:

  • Perjuangan bersenjata
  • Perjuangan bawah tanah
  • Organisasi bentukan Jepang

Sedangkan dalam gerakan 3A sendiri merupakan salah satu produk kemapanan atau organisasi bentukan Jepang, yang sering menjadi wadah perjuangan kemerdekaan.

Namun selain dari tempat Jepang misalnya mendirikan gerakan lain seperti Putera (yaitu Pusat Tenaga Rakyat), kemudian Cuo Sangi In (artinya Badan Penasehat Pusat), kemudian Jawa Hokokai, artinya (Persatuan Kebangkitan Jawa), dan MIAI, yang kemudian berubah menjadi Masyumi.

Motto Gerakan 3A

Sekitar tanggal 29 April 1942, hampir seluruh wilayah Jawa telah membentuk organisasi yang disebut Gerakan 3A.

Pada saat itu, dulu ejaan asli dari kata Gerakan 3A dieja AAA adalah sebuah gerakan populer yang di bentuk oleh pasukan pada masa penjajahan Jepang yang berkedudukan di negara Jawa, untuk memenuhi segala kebutuhan atau membantu Jepang menghadapi Perang Pasifik.

Belakangan, gerakan ini juga memiliki slogan yang sangat populer saat itu. Bunyi motonya adalah sebagai berikut:

Yaitu Jepang (Nippon) cahaya Asia, kemudian Jepang (Nippon) pelindung Asia dan kemudian Jepang (Nippon) pemimpin Asia.

Awalnya, slogan ini Jepang gunakan untuk menyapa semua tokoh nasionalis di Indonesia.

Dengan keuletan dan ketekunan penuh semangat, Jepang akhirnya berhasil mempropagandakan gerakan tersebut.

Namun, gerakan ini tidak berlangsung lama dan hanya berlangsung beberapa bulan.

Baca juga:

Inilah Satu-Satunya Organisasi Yang Boleh Berdiri Saat Pendudukan Jepang

Dimana gerakan ini akhirnya berhasil dibubarkan sekitar bulan September 1942, hal itu karena perpecahan yang terjadi di kalangan penguasa Jepang.

Sebab, menurut pemerintah militer Jepang, keberadaan gerakan ini dinilai sangat tidak efisien untuk mobilisasi massa rakyat hanya untuk memenuhi kepentingan perang Jepang.

Dan di samping itu ada tudingan dan tudingan yang disyukuri oleh staf Gunseikan bahwa G-30-S pada saat itu telah berubah menjadi organisasi massa yang hanya dimaksudkan sebagai gerakan propaganda.

Tujuan Gerakan 3A

Pembentukan gerakan 3A oleh pemerintah Jepang bertujuan untuk:

  • Meraih simpati masyarakat Indonesia
  • Memotivasi masyarakat Indonesia untuk membantu Jepang
  • Mendekati tokoh nasionalis Indonesia untuk mau bergabung dengan Jepang

Para Tokoh Anggota Gerakan 3A

Di bawah ini adalah beberapa tokoh yang merupakan pendiri dan anggota gerakan:

Hitoshi Shimizu

Hitoshi Shimizu adalah pelopor dari gerakan 3A. Ia merupakan salah satu anggota yang memiliki pengalaman dengan propaganda Jepang yang terjadi sekitar tahun 30-an.

Baca juga:

Mengapa Jepang Menerapkan Kebijakan Ekonomi Perang

Selain itu, ia juga seorang politikus dan ketua Senderbu, salah satu cabang departemen propaganda Jepang di Jawa.

Syamsuddin

Salah seorang tokoh nasionalis Indonesia yang ikut serta dalam kelompok dan bergabung dengan gerakan ini. Meski bukan seorang pendiri, ia memiliki peran penting dalam gerakan sebagai salah satu pemimpin atau pemimpin gerakan.

Kemudian, sekitar tanggal 12 Mei 1942, Pak Syamsuddin mendirikan surat kabar Asia Raya dalam kapasitasnya sebagai Ketua.

Ir. Soekarno

Salah satu tokoh nasionalis berikutnya yang bergabung dengan gerakan ini adalah Ir. Soekarno. Saat itu ia merupakan salah satu tokoh yang sangat dihargai oleh orang Jepang saat itu.

Karena Soekarno memiliki kemampuan berpidato, dan ini sangat berguna Jepang agar mampu menggerakkan seluruh rakyat Indonesia.

Moh. Hatta

Moh. Hatta merupakan salah satu yang juga merupakan anggota G-30-S saat itu. Di mana alasan Jepang merekrut dan mendekati Moh. Hatta karena Jepang melihat karakternya yang sangat cerdas dan memiliki keahlian di bidang ekonomi.

Kemudian akhirnya Moh. Hatta bergabung dengan gerakan Jepang ini untuk membantu gerakan itu berhasil.

Ki Hajar Dewantoro

Tokoh nasionalis yang ikut dalam gerakan ini adalah Ki Hajar Dewantoro. Beliau dikenal luas sebagai salah satu bapak pendidikan Indonesia.

Kemudian, karena merupakan salah satu tokoh nasionalis, Ki Hajar Dewantoro akhirnya Jepang mendekatinya untuk bergabung dengan gerakan tersebut.

Mas Mansyur

Tokoh selanjutnya yang terlibat dalam gerakan tersebut, yang terakhir adalah H. Mas Mansyur. Dengan karyanya di Sarikat Islam, akhirnya menggelitik minat Jepang untuk bergabung dengan gerakan tersebut.

Sejarah Gerakan 3A Gerakan

Awalnya terbentuknya gerakan ini dengan tujuan agar semua orang secara sukarela mengerahkan kekuatan untuk membantu perang Jepang.

Maka untuk mendukung berdirinya gerakan ini kemudian dibentuklah Greater Asia Youth Line yang dipimpin langsung oleh Sukarjo Wiryopranoto. Untuk menyebarkan kampanye propaganda ini, surat kabar Asia Raya akhirnya diterbitkan.

Gerakan 3A

Untuk melakukan aksi tersebut, Jepang kemudian berupaya untuk bekerja sama (berkooperasi) dengan para pemimpin bangsa Indonesia.

Upaya ini terlaksana agar semua pemimpin nasional dapat dengan mudah merekrut massa dan agar pemerintah Jepang dapat memantau kinerja para pemimpin bangsa. Namun, gerakan itu tidak bisa bertahan selama tidak mendapat simpati seluruh rakyat Indonesia.

Sebagai solusi, pemerintah Jepang akhirnya mengundang kerjasama dengan tokoh-tokoh nasional bangsa Indonesia.

Maka dengan kerja sama ini, semua pemimpin Indonesia yang di penjara akhirnya bebas, termasuk Ir. Soekarno dan Dr. moch Hatta, kemudian Sutan Syahrir.

Kemudian akhirnya kemiripan keberadaan organisasi ini tersebar, sehingga orang-orang berhenti bersimpati dan akhirnya mereka semua meninggalkan organisasi tersebut. Sekitar 20 November 1942, organisasi ini berhasil dibubarkan.

Kesimpulan

Demikian artikel tentang – Tujuan Pemerintah Jepang Membentuk Gerakan 3A – semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda semua.