Langsung ke konten utama

Asal Muasal Bunga Tulip, Ternyata Bukan dari Belanda

BantulMedia.comAsal Muasal Bunga Tulip – Apa hal pertama yang terlintas dalam pikiran ketika Anda berbicara tentang bunga tulip? Banyak yang langsung mengaitkannya dengan negeri kincir angin Belanda. Hal ini dikarenakan Belanda memiliki banyak sekali taman bunga tulip yang sangat terkenal. Padahal, bunga tulip bukan berasal dari Belanda.

Asal Muasal Bunga Tulip, Ternyata Bukan dari Belanda

Asal Muasal Bunga Tulip

Dulu, tulip hanyalah bunga liar yang tumbuh di pegunungan negara-negara Asia Tengah seperti Kazakhstan. Sampai Kekaisaran Ottoman terpesona oleh keindahan bunga tulip dan mulai membudidayakannya sekitar tahun 1000 dan tulip perlahan naik tahta dari bunga liar ke bunga kerajaan, akhirnya menjadi bunga nasional Turki.

Varian bunga ini, dengan nama latin Tulipa, saat ini memiliki sekitar 3000 spesies dengan metode pengembangan yang berbeda dan Belanda mengklaim memiliki varietas tulip terbaik.

Nama tulip sendiri berasal dari bahasa Turki “sorban”, penutup kepala yang pria Turki kenakan pada masa Kekaisaran Ottoman. Kata itu diambil karena bentuk tulip yang tidak ditiup menyerupai sorban Turki. Orang Turki sendiri menyebut bunga tulip “lale”, yang artinya bunga bakung. Lantas bagaimana bisa Belanda menjadi negara yang identik dengan bunga tulip?

Bunga tulip mulai dikenal di Belanda sekitar tahun 1594. Oghier Ghislain de Busbecq, duta besar dari Konstantinopel, memberikan bibit bunga tulip kepada ahli botani Belanda Carolus Clusius. Clusius kemudian menanam bibit tulip di Hortus Botanicus Leiden, kebun raya tertua di Eropa. Setelah itu, bunga tulip menjadi sangat populer di Belanda dan hingga terjadilah tulip mania atau demam tulip. Tahun demi tahun, orang Belanda semakin banyak bereksperimen dengan bunga tulip dan menemukan varietas baru, hingga akhirnya, pada tahun 1949, taman bunga terbesar di dunia, Keukenhof, di buka.

Taman Emirgan

Karena Turki merasa sebagai negara yang benar-benar berhak atas bunga tulip karena nenek moyang mereka membudidayakan bunga tulip, Turki pun ingin merebut kembali hak milik tersebut. Adalah Emirgan Park, sebuah taman tulip di distrik Emirgan, membentang di sepanjang pantai Bosphorus di kota Istanbul Eropa. Sejak tahun 2006, Turki telah mengadakan Festival Tulip di Taman Emirgan, yang berlangsung dari bulan April hingga awal Mei. Di luar bulan ini kita tidak akan bisa menemukan bunga tulip yang sedang mekar di mana-mana di negara-negara Eropa. Tahun ini merupakan tahun kedua belas Festival Tulip dan untuk kedua kalinya akan terselenggara hamparan bunga tulip terbesar di kawasan Sultan Ahmet. Turki terkenal dengan produk karpetnya yang cantik dan berkualitas tinggi.

Baca juga:

Rupanya Jenis-Jenis Bunga Ini Mempunyai Makna Yang Indah Dan Sering Dijadikan Sebagai Nama

Tidak seperti Keukenhof, yang biaya masuknya 16 euro untuk orang dewasa dan lagi-lagi membayar biaya parkir, Emirgan Park tidak memungut biaya pengunjung dan hanya mengenakan biaya parkir bagi pengunjung yang membawa mobil. Taman Emirgan sebenarnya sudah ada sejak zaman Kesultanan Utsmaniyah. Dulunya hanya taman umum biasa dan bunga tulip tidak seindah sekarang.

Taman ini cukup luas dan berbukit. Sehingga perlu adanya stamina yang cukup untuk berjalan mengelilingi seluruh area taman dan memakan waktu 4 jam. Sesampainya di puncak bukit Emirgan, Anda akan menemukan banyak kafe untuk beristirahat dan ngopi. Ada juga toko suvenir dan yang spesial adalah pameran seni Turki. Selain menjual tanaman, ada juga hiasan yang terbuat dari bunga tulip berbentuk kaca. Jangan lupa juga untuk membangun panggung hiburan yang memainkan musik Turki untuk menghibur pengunjung.

Baca juga:

Inilah Peranan Penting Daun Bagi Tumbuhan, Apa Saja?

Selain bunga tulip, taman ini juga memiliki pohon sakura seperti di Jepang. Jadi kalau ke sini, kamu bisa foto-foto Instagram di bawah pohon sakura seolah-olah kamu sedang berada di Jepang.

Keukenhof atau Emirgan? Manakah pilihan Anda untuk menikmati keindahan ribuan bunga tulip warna-warni? Atau apakah Anda ingin berburu tulip liar di pegunungan Asia Tengah seperti yang kaisar Ottoman lakukan?

Kesimpulan

Demikian pembahasan tentang – Asal Muasal Bunga Tulip – sangat indah sekali ya bunga tulip itu. Dengan aneka warna yang ada semakin mempercantik bunga tulip ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamar Puspa Langka: Pengalaman Menginap 360° Di Puspa Jaya Backpacker

Kamar Puspa Langka: Pengalaman Menginap 360° di Puspa Jaya Backpacker Di tengah hiruk pikuk kota, tersembunyi sebuah tempat yang menawarkan pengalaman menginap yang unik dan tak terlupakan. Puspa Jaya Backpacker, sebuah hostel yang terletak di jantung kota Jakarta, menghadirkan Kamar Puspa Langka, sebuah kamar dengan pemandangan 360° yang memukau. Kamar Puspa Langka terletak di lantai paling atas Puspa Jaya Backpacker, dengan jendela-jendela besar yang mengelilingi seluruh ruangan. Dari jendela-jendela tersebut, Anda dapat menikmati pemandangan kota Jakarta yang menakjubkan, mulai dari gedung-gedung pencakar langit hingga lalu lintas yang ramai. Kamar Puspa Langka didesain dengan gaya minimalis dan modern, dengan perabotan yang sederhana namun nyaman. Kamar ini dilengkapi dengan tempat tidur double yang empuk, meja kerja, dan kamar mandi pribadi dengan shower. Selain pemandangannya yang menakjubkan, Kamar Puspa Langka juga menawarkan fasilitas-fasilitas yang lengkap. Di dalam kamar, te

Gudeg Bromo Bu Tekluk: Nikmatnya Kuliner Di Sleman

Gudeg Bromo Bu Tekluk: Nikmatnya Kuliner di Sleman Gudeg Bromo Bu Tekluk merupakan salah satu kuliner legendaris di Sleman, Yogyakarta. Warung makan ini sudah berdiri sejak tahun 1960-an dan hingga kini masih ramai dikunjungi oleh para pecinta kuliner. Gudeg Bromo Bu Tekluk terkenal dengan cita rasanya yang khas dan gurih, serta menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi. Sejarah Gudeg Bromo Bu Tekluk Gudeg Bromo Bu Tekluk didirikan oleh seorang wanita bernama Tekluk pada tahun 1960-an. Tekluk memulai usahanya dengan berjualan gudeg di pasar tradisional. Namun, karena gudeg buatannya yang lezat, Tekluk akhirnya memutuskan untuk membuka warung makan sendiri. Warung makan Gudeg Bromo Bu Tekluk pertama kali dibuka di daerah Bromo, Sleman. Seiring berjalannya waktu, Gudeg Bromo Bu Tekluk semakin dikenal dan ramai dikunjungi oleh para pecinta kuliner. Bahkan, warung makan ini pernah dikunjungi oleh beberapa pejabat negara, termasuk Presiden Joko Widodo. Keunikan Gudeg Bromo Bu Tekluk Gudeg

Wisata Pantai Selatan Jogja: Petualangan Bahari Yang Tak Terlupakan

Wisata Pantai Selatan Jogja: Petualangan Bahari yang Tak Terlupakan Pantai Selatan Jogja merupakan salah satu destinasi wisata bahari yang paling populer di Indonesia. Dengan garis pantai yang panjang dan berpasir putih, serta ombak yang besar dan menantang, pantai ini menjadi surga bagi para peselancar dan pecinta olahraga air lainnya. Pantai-Pantai yang Wajib Dikunjungi Ada banyak pantai indah yang bisa Anda kunjungi di Pantai Selatan Jogja. Beberapa di antaranya yang paling populer adalah: Pantai Parangtritis: Pantai ini terletak sekitar 27 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Pantai Parangtritis terkenal dengan ombaknya yang besar dan menantang, serta pemandangannya yang indah. Di pantai ini, Anda bisa berselancar, bermain pasir, atau sekadar menikmati pemandangan matahari terbenam. Pantai Parangkusumo: Pantai ini terletak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Pantai Parangkusumo terkenal dengan pasirnya yang hitam dan halus, serta ombaknya yang tenang. Di pantai ini,