Langsung ke konten utama

Sejarah Asal Mula Dasi Yang Kini Populer

BantulMedia.comSejarah Asal Mula Dasi Yang Kini Populer – Awal penggunaan dasi menurut sejarah adalah pada masa Kekaisaran Romawi. Saat itu dasi di gunakan oleh juru bicara kekaisaran, bentuknya sangat sederhana, hanya berupa kain yang dililitkan di leher.

Sejarah Asal Mula Dasi Yang Kini Populer

Sejarah Asal Mula Dasi Yang Kini Populer

Para prajurit Romawi juga menggunakan penutup leher untuk melindungi diri mereka sendiri dalam pertempuran. Bentuknya berbeda dari speaker kekaisaran, dan bahannya juga terbuat dari serat yang lebih tebal. Bukti lain adanya dasi juga ada pada patung batu di Xian, China, berupa aksesoris kain yang menggantung di leher.

Pada abad ke-16 di Inggris kalung populer sebagai ruff. Bentuknya berupa kerah kaku dari kain putih dengan bentuk menyerupai piringan besar yang melingkari leher.

Penjepit leher perlahan masyarakat tinggalkan karena tidak nyaman untuk mereka pakai. Kerah leher biasanya dikenakan oleh orang-orang dari golongan bangsawan dan digunakan untuk acara-acara tertentu.

Asal Mula Caravat

Pada tahun 1635 sekitar 6000 datang dari Louis XIII. dan Richelieu menyewa tentara dari Kroasia ke Paris. Pakaian yang para prajurit kenakan pada saat kedatangan adalah pakaian adat mereka, yaitu pakaian berlambang sapu tangan yang diikatkan di leher dengan cara tertentu.

Baca juga:

Tutorial Cara Memakai Dasi SMP, Simple Banget!

Sedangkan pakaian yang tentara Kroasia kenakan menarik perhatian warga Paris. Tidak lama setelah kedatangan tentara Korasia, desainer Prancis mulai membuat tren kalung di Prancis. Saputangan yang dikalungkan di leher itu kemudian mereka sebut “Caravat”, yang berarti penduduk Kroasia.

Caravat kemudian menjadi bagian dari pakaian masyarakat, yang dapat menggambarkan kepribadian mereka dengan menciptakan kreasi sesuai dengan bentuknya.

Baca juga:

Bukti Bahwa Indonesia Memiliki Keragaman Sosial Budaya

Caravat memiliki nilai-nilai tersendiri yang tidak boleh dan tidak boleh dibuat, seperti: B. seseorang yang tidak menyentuh caravat orang lain karena menunjukkan kehormatan pemakainya.

Bahkan dongeng tentang karavan pun bermunculan, seperti jika Napoleon menggunakan karavan hitam dia akan memenangkan perang, dan jika dia menggunakan karavan lain dia akan menerima kekalahan.

Baru pada tahun 1860 bentuk dasi muncul dalam bentuknya yang sekarang. Bentuk ini merupakan inovasi dari bentuk Caravat sebelumnya. Pada tahun 1890 lalat muncul untuk pertama kalinya. Seiring waktu, bentuk dan motif dasi berkembang, dan penggunaannya dapat disesuaikan dengan gaya pakaian yang berbeda.

Kesimpulan

Itulah tadi penjelasan tentang – Sejarah Asal Mula Dasi Yang Kini Populer – kini kita tahu bahwa pada zaman dahulu dasi sudah populer dan terus berinovasi dalam trend dan fashion.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamar Puspa Langka: Pengalaman Menginap 360° Di Puspa Jaya Backpacker

Kamar Puspa Langka: Pengalaman Menginap 360° di Puspa Jaya Backpacker Di tengah hiruk pikuk kota, tersembunyi sebuah tempat yang menawarkan pengalaman menginap yang unik dan tak terlupakan. Puspa Jaya Backpacker, sebuah hostel yang terletak di jantung kota Jakarta, menghadirkan Kamar Puspa Langka, sebuah kamar dengan pemandangan 360° yang memukau. Kamar Puspa Langka terletak di lantai paling atas Puspa Jaya Backpacker, dengan jendela-jendela besar yang mengelilingi seluruh ruangan. Dari jendela-jendela tersebut, Anda dapat menikmati pemandangan kota Jakarta yang menakjubkan, mulai dari gedung-gedung pencakar langit hingga lalu lintas yang ramai. Kamar Puspa Langka didesain dengan gaya minimalis dan modern, dengan perabotan yang sederhana namun nyaman. Kamar ini dilengkapi dengan tempat tidur double yang empuk, meja kerja, dan kamar mandi pribadi dengan shower. Selain pemandangannya yang menakjubkan, Kamar Puspa Langka juga menawarkan fasilitas-fasilitas yang lengkap. Di dalam kamar, te

Gudeg Bromo Bu Tekluk: Nikmatnya Kuliner Di Sleman

Gudeg Bromo Bu Tekluk: Nikmatnya Kuliner di Sleman Gudeg Bromo Bu Tekluk merupakan salah satu kuliner legendaris di Sleman, Yogyakarta. Warung makan ini sudah berdiri sejak tahun 1960-an dan hingga kini masih ramai dikunjungi oleh para pecinta kuliner. Gudeg Bromo Bu Tekluk terkenal dengan cita rasanya yang khas dan gurih, serta menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi. Sejarah Gudeg Bromo Bu Tekluk Gudeg Bromo Bu Tekluk didirikan oleh seorang wanita bernama Tekluk pada tahun 1960-an. Tekluk memulai usahanya dengan berjualan gudeg di pasar tradisional. Namun, karena gudeg buatannya yang lezat, Tekluk akhirnya memutuskan untuk membuka warung makan sendiri. Warung makan Gudeg Bromo Bu Tekluk pertama kali dibuka di daerah Bromo, Sleman. Seiring berjalannya waktu, Gudeg Bromo Bu Tekluk semakin dikenal dan ramai dikunjungi oleh para pecinta kuliner. Bahkan, warung makan ini pernah dikunjungi oleh beberapa pejabat negara, termasuk Presiden Joko Widodo. Keunikan Gudeg Bromo Bu Tekluk Gudeg

Wisata Pantai Selatan Jogja: Petualangan Bahari Yang Tak Terlupakan

Wisata Pantai Selatan Jogja: Petualangan Bahari yang Tak Terlupakan Pantai Selatan Jogja merupakan salah satu destinasi wisata bahari yang paling populer di Indonesia. Dengan garis pantai yang panjang dan berpasir putih, serta ombak yang besar dan menantang, pantai ini menjadi surga bagi para peselancar dan pecinta olahraga air lainnya. Pantai-Pantai yang Wajib Dikunjungi Ada banyak pantai indah yang bisa Anda kunjungi di Pantai Selatan Jogja. Beberapa di antaranya yang paling populer adalah: Pantai Parangtritis: Pantai ini terletak sekitar 27 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Pantai Parangtritis terkenal dengan ombaknya yang besar dan menantang, serta pemandangannya yang indah. Di pantai ini, Anda bisa berselancar, bermain pasir, atau sekadar menikmati pemandangan matahari terbenam. Pantai Parangkusumo: Pantai ini terletak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Pantai Parangkusumo terkenal dengan pasirnya yang hitam dan halus, serta ombaknya yang tenang. Di pantai ini,